Saturday, April 12, 2014

Lilin

Biarlah jika di gerbang pekan seperti ini pun aku masih menunggu mu membawa kenyataan. Mungkin jika nanti bayangan terakhir wajah mu meredup di akhir nyala lilin harapan, akulah orang yang ada di samping mu untuk mendengarkan semua warna keresahan yang kau lewatkan :))

*NL GYBE - Atennas to heaven

Samarinda - 12042014 - high

Saturday, April 5, 2014

MOYA

Minggu pagi : Kopi, beberapa bacaan, rokok, dan musik

Sesekali diam tanpa menyulut marlboro putih. Tanpa menekan tombol play. Tanpa menyentuh gelas kopi yang mulai berkurang.

Sesekali menikmati sekitar dalam diam. Menikmati cuaca dan segala sesuatu yang bermula di pagi yang agung seperti ini merupakan pilihan yang cukup bijak bagiku. Memberi jeda untuk sekedar menerima suara sekitar yang sering kali di acuhkan dalam lingkaran aktifitas.

Untuk sebentar saja aku menyerah pada jeda refleksi rona mentari yang nampak seperti bayangan terakhir mu saat suatu hari di 2013. Di bandara. Di tiap langkah mu. Kita. Dan sepuluh menit alunan MOYA

Friday, March 21, 2014

Nyaman

Lucu memang saat orang lain mengira kita adalah pasangan.
Saat hubungan pertemanan kita membuat ku selalu merasa nyaman kemudian berubah jadi cinta antara kita, aku menyadari itu. dan orang lain juga menduga demikian. Tetapi tak bisa beranjak kemana mana karena walaupun tangan bergandengan ada beberapa hal yang seperti melingkari pergelangan kita masing masing, dan itu bernama keyakinan.

Wednesday, March 12, 2014

A Friend Called HOPE!

Setiap manusia hampir bisa di pastikan memiliki paling tidak 1 lagu favorit, lagu kesukaannya atau bahkan lagu yang di anggap sebagai "backsound hidup". Lagu itu mungkin telah membuat mereka tersentuh dengan pesan yang terkandung di dalam nya. Apalagi jika dirasa mewakili moment penting dalam hidupnya. Saya yakin lagu itu akan menjadi penghuni tetap playlist media pemutar musik baik hp atau laptop.

Saya pun demikian. Meski setiap hari nya saya bisa mendengarkan puluhan lagu dari band / penyanyi dan genre yang berbeda-beda, mulai dari Rihanna hingga Viraemia tapi tetap ada 1 lagu yang sangat saya suka, amat sangat saya suka (selain There is a light that never goes out tentunya). Sebuah (lagu) magnum supermega opus berjudul The dead flag blues milik Goodspeed You! Black Emperor telah menjadi lagu "backsound hidup" sakral bagi saya selama beberapa tahun ini. Sebuah lagu yang judulnya terkadang masih susah saya sebutkan dari kelompok musisi hebat asal Quebec yang menamakan dirinya dengan nama yang juga tak mudah di ingat begitu saja. Bagi saya lagu itu lebih bisa memberi ketenangan dari Emmylou milik First Aid Kit, lebih sakral dari Imagine milik John Lennon, dan lebih membakar dari Motorhead dengan Ace of Spades nya.

GYBE bagi saya bukan hanya sekedar band, bahkan mungkin terlalu kurang ajar jika saya sebut mereka adalah band. Karena bagi saya mereka lebih mendekati ide dari sebuah wacana, emosi dari sebuah orasi, semangat dari sebuah pergerakan dan harapan dari sebuah doa. Mereka beranggotakan 9 orang, tapi tak memainkan orchestra ataupun melakukan musikalisasi puisi. Mereka tak memiliki vocalis tetap, tak memiliki leader, tak mau ada wawancara, dan tak pernah merilis logo, tshirt, apalagi photo press. Tentulah dengan kode etik seperti itu saya tak pernah benar benar tau bagaimana wajah orang orang di balik nama mereka. Dengan kode etik yang mereka pegang, secara tak langsung mereka telah melahirkan totalitas pembangkangan yang belum dan mungkin tak pernah berani (bisa) di lakukan oleh band lain, baik itu di era Jim Morrison hingga era One direction seperti sekarang.

Lagu mereka tidak seperti lagu yang sering kita dengarkan. Berdurasi rata-rata di atas 10 menit, berunsurkan drones panjang, kesunyian sebagai jeda di tengah beberapa instrumen, dentingan triangle, bagpipes, suara kaset loop crackling, gerimis hujan, dan letupan crescendo sebelum kembali hening. Lagu mereka instrumental, nir vocal. Sehingga membuat sebagian orang menyebutnya post-rock atas alasan memakai instrument rock. Namun bagi saya GYBE melampaui apa pun yang orang tau / pikirkan tentang musik apalagi dipersempit kedalam post-rock. Mereka selalu mampu menghadirkan moment religius setiap kli saya putar. Mulai dari slide gitar yang tenang, petikan bass yang menentramkan, sayatan biola nya yang indah tapi menyakitkan, ketukan drum yang seperti mewakili detak jantung, hingga accordion dan harpa yang saling mengisi di balik tumpukan nada indah lainnya.

GYBE hadir di waktu yang tepat dalam hidup saya. Mereka hadir hanya beberapa hari setelah saya bisa benar-benar bisa memaknai lagu mereka menjadi lebih dalam. Itu adalah masa di mana saya masih menjadi mahasiswa baru, semester 2. Yang dimana itu berarti belum genap 1 tahun saya hidup di luar rumah. Masa dimana saya kehilangan seorang ibu di suatu pagi yang meminta terus di ingat selama beberapa bulan dengan rasa sesak di dada. Masa dimana saya mulai merasakan runtuhnya harapan dan keyakinan akan banyak hal. Masa dimana perubahan-perubahan datang dan mengalir begitu saja. Masa dimana saya mulai memikirkan nasehat seorang yang pernah berkata "nanti jika kamu sudah berusia 50, kamu harus bersiap kehilangan, kamu akan banyak di tinggalkan teman dan kerabat menghadap penciptanya" lalu terus menerus membatin "nasehat itu salah besar. Saya belum saja genap berusia 20. Tapi sudah kehilangan banyak"

Saat itu saya hanya bisa duduk membiarkan lagu itu tetap terputar, seperti rokok pada nyala bara yang tak habis terbakar. Saya masih ingat bagaimana moment itu tersusun. Dari rangkaian kalimat kalimat berat yang coba di permudah lewat telepon oleh kakak perempuan saya saat mengabari kepergian ibu menghadap penciptanya pagi itu. - di ruang lain lagu itu tetap terdengar berulang. Lalu entah kenapa saya seperti bisa mendengar setiap bagian pada The dead flag blues. Mulai dari drones, petikan senar bass yang tersembunyi pada lapisan riff guitar hingga baritone seorang yang besuara menahan, seperti di posisikan sebagai prajurit penjaga pantai normandia sebelum sekutu menyerang dan diberitahu jika perang akan di menangkan pihak lawan. Seperti menutup mata di tengah rel kereta yang entah dimana bersama daun daun pohon oak yang mengering lalu menghilang. Seperti menyaksiskan langsung proses-proses kehancuran yang mengalir dari ujung kaki hingga ujung kepala tanpa bisa melakukan apa-apa. Sebelum kemudian suara biola menggiring saya pada 17 menit paling menggetarkan dalam hidup.

Goodspeed You! Black Emperor tak hanya merubah banyak pandangan saya tentang musik, namun juga pada dunia sejak saat itu. Mereka mengajarkan hal-hal yang bahkan tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Mereka memberikan ide-ide dan gambaran apa yang harus di lakukan ketika harapan runtuh, keyakinan memudar tetapi hidup harus tetap di lanjutkan. Dan mereka mengajarkan juga bahwa teman yang tidak akan pernah terlalu jauh meninggalkan kita ternyata bernama Harapan...

Monday, February 10, 2014

Best week EVER

Best week ever.

- 3 hari yqng lalu HP rusak
- Kemaren balik ke Samarinda jam 4 sore baru setengah jam di jalan tiba tiba motor mati gitu aja dengan kampretnya
-Motor lagi, macet! Gak bisa di dorong dooong. Dorong ke pinggi sambil di klaksonin om om ngefed
-Hp sony gak ada signal, bb masih nyala sih tapi pulsa sisa Rp.500
-Nunggu jemputan nya abah 2 jam, itu di pinggir jalan. Di tengah hutan
-Hari ini niat balik, ke terminal. Nunggu 1 jam. Panas panasan pak! Dan sukses, bisnya gak jadi berangkat yuuuuuuuhu

Thanks god!!!

Saturday, February 8, 2014

Untuk menemani kopi pagi, teh di sore hari, atau beer di malam hari part3

Episode ke TIGA! Alhamdulillah!

Ini untuk temen temen yang butuh referensi lagu untuk di dengerin saat nyantai, untuk pengantar tidur, untuk nemenin galau, nemenin belajar, nemenin bermalas ria, untuk para praktisi LDR agar semakin mengutuki jarak dan waktu, untuk yang gagal move on, untuk yang hubungan (vertical maupun horizontal) nya sudah mentok.

Ini untuk temen temen yang butuh referensi lagu untuk di dengerin di perjalanan, untuk nemenin di ruang tunggu bandara. Untuk sekedar nemenin minum kopi di pagi hari, teh di sore hari, atau beer di malam hari.

Tulisan yang sudah  beberapa minggu selesai tapi baru sempat di posting, karna sibuk meliburkan diri dalam suasana liburan yang sebenarnya tak bisa dikatakan seperti liburan dalam artian yang sebenarnya.

"Lagu lagu ini hasil copetan ku dari beberapa orang "TEMAN" yang kebetulan memiliki selera musik yang brengsek banget kerenya"

TERIMAKASIH Bets buat Mai Beroder Agny, Bang Rikson Napitupulu, Presiden Jelonk Crew (M Yusuf B.A), M Irfan "koles" R, Roby Fahlevi, Mbak Julia, Mbak Ela Vega, Arie "Wong" Kurniawan dan juga M Yuda "Masrum" M.

Karna sudah 1 bulanan lebih playlist di hp jadi amburadul oleh banyaknya referensi copetan tadi, dimana kesemuanya hampir selalu bisa jadi moodbooster ampuh untuk ku. Dan ini dia listnya.
Kli aja ngefek buat temen temen. Silahkan di coba! :)

1. Alex Turner - Stuck on the puzzle

2. Anni B Sweat - Take on me

3. Avicii - You make me

4. Bread - Aubrey

5. Coocon - On my way

6. Depapepe - One

7. Dion - A teenager in love

8. Elliot Smith - Between the bars

9. Fiona Apple - Anything we want

10. Good Charlotte - Where would we be now

11. John Mayer - Whell

12. Julian Marley - On the floor

13. Kate Bush - Cloudbusting

14. Kate Nash - Mouthwash

15. Keren Ann - Lay your head down

16. Kodaline - One day

17. MCR - Cancer

18. Placebo - Leni

19. Plain White T's - Welcome to mistery

20. Priscilla Ahn - Lullaby

21. RADIOHEAD - Nude

22. Sara Bareilles - Uncharted

23. Sean Paul - Never gonna be the same

24. Silverstein - My heroin

25. Skylar Grey - Words

26. The All American Reject - It ends
tonight

27. The Carpenters - Tap off the world

28. Twoo Door Cinema Club - What you know

29. The Last Shadow Puppet - My mistake were made for you

30. The Shins - Simple song

31. Walk Off The Earth - Somebody that i used to know

32. Zee Avi - Bitter Heart

Semoga suka, kalau enggak suka. coba di dengerin lagi deh :')

Monday, December 16, 2013

Duduklah di sampingku

Datanglah
Kemarilah
Duduk lah di sampingku
Duduklah di dekatku
Menjauhlah dari dunia yang menyedihkan ini
Duduk lah sedekat mungkin di sampingku

Muncullah dari mana pun kau mau
Datanglah dari matahari terbenam
Datanglah dari malam yang menghilang
Datanglah dari lautan, dari penderitaan
Dari kekecewaan, dari ke muakkan mu akan semua hal yang akhirnya
memindahkan mu ke alam mu sekarang
Dan datang lah, duduklah sedekat mungkin di sampingku

Lupakan kekaguman, kemuliaan Kehormatan
Dimana ke keagungan tak mau mengenal mu
Dia menghilang seiring kekaguman mu akan beberapa hal
Dan kebahagiaan akhirnya tak akan kembali

Biarlah
Mereka menyanyikan perasaan nya
Juga bermimpi tentang sesuatu yang bahkan tak akan terjadi
Tapi aku tau kau ada
Cukup kan saja
Buatlah itu membebaskan mu
Melepaskan mu akan semua
Jadi datanglah, duduklah disini Duduklah sedekat mungkin di sampingku...

Friday, December 6, 2013

Menjerat Resah Dalam Angin

Senja perlahan datang di antarkan aroma tanah seusai hujan.
Menghampiri awal desember yang damai.

Seperti tak mungkin untuk ku berpaling lalu hanya menatap tembok
kamar. Seakan tak ada yang harus ku perhatikan.

Harus kembali ke rumah, berharap terasa lebih baik.

Mungkin saja deretan karet dalam bentuk ciptaanya langsung bisa
menghapus ini semua paling tidak hingga aspal dengan warna berbeda
mulai tertata rapi menuju kota.
Mungkin saja playslist puluhan lagu dalam hp yang memang ku susun
sedemikian rapinya bisa membuat ku lupa untuk tak lagi lupa menikmati
hasil karya managemen ku sendiri dalam bentuk penyusunan mood booster.
(Aku menulis ini dengan tak melepas headset yang mengalunkan lagu
indah dari First Aid Kit berjudul Emmylou tanpa henti, aku benar benar
cinta lagu ini)

Mungkin besok aku sudah di Bontang dengan perasaan yang sedikit lebih ringan.

Walaupun resah membayang buram di antara beberapa hal yang mulai tak
kuyakini lagi.
Ketidak tenangan beberapa hari ke depan mulai mengganggu ku bahkan
untuk sekedar memikirkannya.

SEMOGA!

Wednesday, December 4, 2013

Respect Life

Ini untuk banyak hal yang lupa di syukuri.
Untuk beberapa hal yang tak terpakai tapi lupa kita bagi.
Untuk banyak hal yang berakhir tanpa pernah di awali.
Untuk beberapa hal kecil yang sebenarnya tak perlu di tangisi.



Pergilah, hilanglah, sebagai mana mestinya.




Jika kamu tau berapa orang di luar sana yang berharap bisa ada di posisi mu sekarang, mungkin kamu tak akan menggerutu di social media hanya karna putus cinta. terpuruk seakan menjadi manusia paling merana di dunia kemudian ingin mengakhiri semua dalam kemasan mati muda.


Jika kamu tau betapa gelapnya malam malam yang di lalui saudara kita di pedalaman sana, mungkin kamu tak akan memaki perusahaan listrik negara hanya karena sedang di tempatkan pada suasana tanpa penerang dalam kurun singkat.


Jika kamu tau betapa akrabnya adik adik kecil di perempatan lampu merah dengan terik matahari dan debu jalanan, mungkin kamu tak akan mengumpat saat di tempatkan sebentar saja di tengah macetnya kota.



Memang tak ada hal yang benar benar
bisa membuat kita merasa cukup, jika tidak kita cukupkan hal tersebut sesuai porsi kita sebagai manusia. dan 
Sebenarnya semuanya hanya tergantung bagaimana cara kita memandang hidup. lalu posisi kita berdiri untuk melihat banyak hal di sekitar kita.


Teruslah hidup, jangan mengeluh. jangan putus asa. karna di balik masih berdirinya kita ada keringat dari ayah kita, yang mungkin jarang mengungkapkan kasih sayangnya lewat kata. karna sungguh setiap ayah punya cara yang istimewa dalam menyayangi anak anaknya. di balik masih berdirinya kita ada kalimat kalimat panjang penuh harapan yang bernafaskan kebaikan dalam bentuk doa. doa ibu kita 
:')

 
| - |